pak mangu pastika

Tabanan ( Press Release ) -

Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Sabtu (30/5) petang membuka secara resmi Parade Budaya Kabupaten Tabanan 2009 bertempat di

Stage Surya Mandala, Tanah Lot. Pembukaan selain dihadiri oleh sejumlah Bupati se Bali dan delapan utusan Pemkab/ Pemkot se Indonesia tersebut, juga dihadiri calon presiden Megawati Sukarno Putri dan putrinya Puan Maharani dan sejumlah pejabat penting lainnya. Parade Budaya tersebut dinilai sangat positif dalam upaya menjaga kelestarian nilai seni dan budaya di daerah ini.

Ketua Panitia Parade yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tabanan, I Wayan Diasa mengatakan, parade budaya berlangsung dari tanggal 30 Mei sampai 7 Juni 2009. Event budaya tersebut mengusung thema ” Mulat Sarira” atau pengendalian diri. Selain sebagai upayauntuk menggali, menumbuhkembangkan dan memupuk potensi dibidang seni dan budaya yang telah mengakar ditengah-tengah masyarakat, juga merupakan implementasi dari visi dan misi Pemkab Tabanan, yang dipertajam kedalam delapan program skala prioritas. Untuk bidang seni dan budaya, Pemkab Tabanan memprogramkan ” Tabanan Menuju Taksu Bali 2010 ”.

Diasa menambahkan, ajang seni dan budaya ini sedikitnya melibatkan 4000 seniman tari dan tabuh yang tersebar di sepupuh kecamatan di Kabupaten Tabanan. Kegiatan yang berlangsung sepakan ini, diharapkan mampu dijadikan ajang kreatifitas bagi seniman untuk melahirkan karya seni yang momental, sehingga akan lahir seniman-seniman muda potensial dan berbakat serta memiliki loyalitas dan dedikasi terhadap upaya pelestarian nilai-nilai seni dan budaya.

Secara umum parade budaya Kabupaten Tabanan 2009 kata Diasa, dibagi dalam lima materi kegiatan yang meliputi pawai dengan sub thema ’ Pelestarian ” , pagelaran dewngan sub thema ” Ibadat Keindahan” , lomba atau parade dengan sub thema ” Gunakaya ” untuk meningkatkan kualitas diri, pameran dengan thema ” Silapas Muja ” ( seni keindahan) dan dokumen tasi.

Selama kegiatan berlangsung, akan digelar empat puluh kali pementasan dan parade. Selain berbagai pementasan seni, parade budaya, pada parade ini juga dipamerkan berbagai hasil produk budaya dan hasil produk kerajinan di Tabanan, serta pameran produk pertanian dalam arti luas.

Kegiatan pawai yang diikuti oleh sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan, mengacu pada materi kegiatan pawai dengan sub thema ” Pelestarian ”. Sedangkan pagelaran dengan sub thema ” Mudracana” ( keindahan) dengan menampilkan kesenian unggulan dan khas Tabanan berupa, pementasan 10 kesenian klasik dan kreasi baru khas Tabanan, joged bumbung mebarung, kesenian kontemporer, geguntangan dan pesantian serta Wayang Ceng Blonk, Belayu. Pada event perdana ini juga ditampilkan parade gong wanita, dewasa dan anak-anak dan parade angklung kebyar.

Lebih lanjut Diasa mengungkapkan, pada parade yang baru pertama kali digelar ini ditampilkan parade barong bangkung ngelawang, topeng bondres, merangkai bunga, janur dan busana. Juga digelar pameran seperti, produk unggulan, pangan, kerajinan dan desain, pameran poto dan film dokumenter objek wisata, pameran buku, lukisan serta pameran produk pertanian dalam arti luas.

Menurutnya, parade budaya ini bertujuan untuk terus memacu kreatifitas seniman dalam rangka meningkatkan mutu pelestarian dan pengembangan seni dan budaya. Lewat kegiatan ini diharapkan akan bisa melahirkan seniman muda berprestasi.

Bupati Tabanan Adi Wiryatama dalam sambutan ucapan selamat datangnya mengungkapkan, parade budaya merupakan salah satu upaya pelestarian budaya yang merupakan ciri khas Kabupaten Tabanan dan juga sebagai upaya pemberian penghargaan terhadap kreatifitas daripada seniman yang ada di Tabanan. Dipilihnya Tanah Lot sebagai lokasi pelaksanaan parade, karena lewat objek yang termasyur di Bali ini diharapkan akan bisa mempromosikan objek wisata lainya, kalau Indonesia, Bali dan Tabanan masih sangat layak, aman dan nyaman untuk dikunjungi. ” Kita pilih Tanah Lot sebagai lokasi parade budaya, karena Tanah Lot masih merupakan objek pariwisata primadona dan mendapat kunjungan paling banyak di Bali,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya mengatakan, budaya merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia. Oleh karenanya, budaya harus bisa terformulasikan dengan baik ditengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan digelarnya parade budaya oleh pemerintah dan masyarakat Tabanan ini, akan mampu menjaga seni dan budaya tetap eksis ditengah gempuran budaya luar. ” Dengan digelarnya parade budaya ini, kita berharap akan bisa dilahirkan budayawan dan seniman berprestasi, punya dedikasi dan loyalitas terhadap perkembangan seni dan budaya itu sendiri,” ungkapnya.

Capres, Megawati Sukarno Putri yang didaulat memberikan wejangan pada kesempatan itu mengatakan, akulturasi budaya tidak akan pernah melahirkan budaya nasional, justru keanekaragaman seni budaya dan adat istiadat yang dimiliki masing-masing daerah tersebutlah yang merupakan budaya nasional bangsa Indonesia yang sesungguhnya. Untuk itu menurutnya, bangsa ini harus mampu merajut keseragaman dalam keanekaragaman.

Selain pawai yang diikuti 10 Kecamatan se-Kabupaten Tabanan, pada hari pertama agenda parade budaya Kabupaten Tabanan 2009 juga ditampilkan pementasan Skaa Gong Kebyar anak-anak dan Skaa Gong Kebyar dewasa yang akan menjadi duta Kabupaten Tabanan pada Pesta Kesenian Bali (PKB) Bali 2009, yang dimulai pertengahan juni tahun ini. * ( Wayan Candra- staf Humas dan Protokol Setda Tabanan ).